Begini Cara Astronot Buang Air Besar di Ruang Angkasa
March 31, 2017
Mungkin Anda tidak pernah terpikir bagaimana astronot bisa bertahan
hidup di luar angkasa.
Bagaimana mereka makan, minum, tidur dan bahkan
melakukan kegiatan `sakral` seperti buang air besar. Semua kegiatan
sehari-hari itu mungkin dirasa bisa lebih sulit dilakukan di ruang hampa
udara.
Apakah mereka bisa melakukan itu semua?
Seperti yang diketahui, kondisi luar angkasa dengan bumi benar-benar
sangat berbeda. Ketika para astronot berada di pesawat luar angkasa
International Space Station (ISS), kegiatan makan dan minum mereka telah
di-supply dengan persediaan makanan yang dikemas begitu minimalis.
Untuk memakannya pun cukup mudah, mereka hanya `mengisi` makanan
kering tersebut. Setelah terisi dan menjadi basah, barulah mereka
menyantap makanan itu layaknya bubur bayi. Nah, jika makan dan minum
tergolong praktis, bagaimana dengan kegiatan `toilet business` mereka?
Seperti yang dikutip dari liputan6.com,
kondisi toilet di stasiun luar angkasa ISS sangat berbeda dengan yang
ada di Bumi. Water closet (WC) yang ada di Bumi memiliki lubang
berukuran diameter yang besar, mulai dari 30-40 cm atau sekitar 12-16
inci.
Sayangnya, ukuran WC di ISS lebih kecil dari yang ada di Bumi, yakni
sebesar 10 cm atau 4 inci. Jika astronot ingin buang air kecil, akan
disediakan sebuah selang khusus agar proses buang air kecil tersebut
berjalan lancar dan tidak berceceran.
Jika ukuran WC yang ada di ISS sama dengan Bumi, nantinya feses
(kotoran) atau urine yang dikeluarkan dari dalam tubuh manusia bisa
`mengambang` kesana-kemari. Hal tersebut terjadi karena tidak adanya
gravitasi di luar angkasa.
Lucunya, NASA justru memasang kamera di dalam lubang WC. Hal tersebut
bertujuan agar astronot dapat dengan mudah menyaksikan kembali `reka
ulang` apa yang mereka lakukan di dalam toilet.
Untuk mekanisme pembuangan, toilet di stasiun luar angkasa ISS sudah
dirancang agar dapat mengisap limbah dan memasukkannya ke sebuah wadah
penyimpanan khusus. Nantinya, limbah tersebut akan dibuang ke luar
angkasa.
Sementara, untuk urine manusia nantinya akan kembali diproses atau
didaur ulang agar dapat diminum kembali. Proses daur ulang tersebut
dikerjakan dengan mesin penyulingan yang diklaim NASA memiliki teknologi
canggih.
NASA mengungkap, jumlah biaya untuk membangun sebuah toilet di ISS
menghabiskan dana sebesar US$ 19 juta atau sekira Rp 266 miliar. Cukup
mahal ya untuk ukuran toilet mini yang bahkan dianggap para astronot
tidak nyaman.
0 comments